Senin, 23 April 2012

Biografi

Biografi  Konfusius dan ajaran nya dari seri Penulis Terkenal contextualizes hidup Konfusius  pada masa Dinasti Zhou,  nilai-nilai dalam kebijaksaannya yang luhur dalam penerapan hidup di dalam keluarga ,berbakti kepada leluhur, sejarah dan pencatatan, spiritualitas.

melihat perkembangan intelektual modern sekarang ini banyak sekali konsep moralitas dan perdamaian yang muncul, program tayangan ini menunjukkan pengaruh utama ajaran Konfucius  didalam Analects nya, koleksi epigrams, telah melekat pada budaya China.

Yang  fokus pada empat hal utama: membantu orang untuk menjadi baik, terhormat, dan anggota masyarakat yang bertanggung jawab; pembelajaran dan pendidikan; tugas berbakti, dan ritual dan musik.



http://www.youtube.com/watch?v=ScWlB4QsP5I
 http://youtu.be/ScWlB4QsP5I

Minggu, 22 April 2012

penafsiran dengan pemahaman

  Penafsiran dengan pemahaman " 

 *Thian - Tian sebagai entitas tertinggi moralitas alam semesta,dari hukum-hukum alam
 

*Sheng Ren 聖 人 sebagai Jungjungan Hidup 1.孔子 KHONGHUCU 2.孟子 Mencius

*Guishen - "roh" leluhur.Masing-masing memiliki sifat seperti dituliskan di atas. Gui berkembang menjadi Po (tubuh-daging-darah, fisik), shen menjadi qi (dalam pengertian kesadaran, pemahaman, atau dalam literatur kadang disebut hun, ling).sumber dari semua makhluk, mungkin merupakan bentuk perpaduan yin yang

*Shang Di - Shenming raja2 dunia, alias raja2 terdahulu siapakah ShangDi kaisar-kaisar/raja-raja diDunia ini antara lain 皋 陶, 商 湯, 文 王... ini istilah 上帝 ,di Daxue
 Shangdi = tianxia zhi jun, alias
Shangdi = raja2 tianxia / zhongyuan, terutama raja2 yang dianggap
sebagai raja bijak seperti yao shun, chen tang, wen wang ( 皋 陶, 商 湯, 文 王 )

*Tiangong /
Yu Huang Shang Di- shenming raja di langit leluhur tertinggi dari para shenming /para Shangdi di Dunia Dia Kaisar Giok.Dalam kitab suci Shen Yan Jue (kitab doa untuk memuji Yu Huang Shang Di) juga disebutkan bahwa Yu Huang Shang Di diangkat menjadi Penguasa Langit setelah semasa hidupnya mengorbankan diri untuk menyelamatkan manusia dari bencana banjir yang dahsyat.
sekiranya sedikit yang dimaksud Shangdi Tianxia Jun (kaisar2 penguasa dunia) dan gelar para shenming raja dari para shenming lainnya yaitu Yu Huang Shang Di atawa Giok Tee / kaisar Giok yang dimaksud Tian adalah alam semesta elemen Tian, konfigurasi dari Tian Di Ren, ini yang di Liji dibilang merupakan kewajiban dan hak eksklusif seorang Tian untuk upacara penghormatannya




Dizaman Dinasti Shang sudah ada konsep tentang "Di ' atau Shang Di  sebagai leluhur mereka, dan konteksnya Di adalah almarhum raja pendahulu yang memiliki kekuasan absolut  yang digunakan untuk mengontrol masyarakat. Kondisi masa itu adalah sistem majikan dan budak atau yang disebut sebagai era perbudakan . Pendapat ini diperkuat oleh Li Shen dalam bukunya yang berjudul Zhongguo Rujiao Shi  ( Sejarah Lengkap Agama Ru Tiongkok )yang terdiri dari 2 jilid, buku ini bisa menjadi acuan lebih mendalam sejarah perkembangan kepercayaan dan ajaran Ru Tiongkok.  Pada masa dinasti Shang, salah satu cara berkomunikasi dengan Di atau Shang Di  adalah melalui penujuman dengan tempurung kura-kura atau tulang yang  dibakar.
Pada zaman Dinasti Zhou pada saat menjatuhkan dinasti Shang menggunakan slogan bahwa hak memerintah atau mandat yang dimiliki oleh dinasti Shang sudah dicabut oleh shang di mencabut mandat yang dimiliki oleh raja Zhou´, raja terakhir dinasti Shang  karena sewenang-wenang.  Inilah konsep pertama tentang masalah mandat langit atau hak berkuasa yang bisa dicabut karena tidak becusnya raja dalam memerintah. Tapi disisi lain, dinasti Zhou menekankan bahwa mereka mendapat mandat dari Langit atau Shangdi dan menggantikan dinasti Shang, dan mengutamakan ritual-ritual kepada Shang Di dan Di di kuil-kuil leluhur mereka.


Shangdi, penjelasan Da Xue bab 11
配上帝,言其為天下君,而對乎上帝也。
perhatikan itu penjelasan 上帝
言其為天下君
Shangdi = membicarakan yaitu mengenai Tianxia Jun (kaisar2 penguasa dunia) bila Yu Huang Shang Di ini yang dimaksud Tian Gong adalah shenming raja dari para shenming lainnya=sama dengan Yu Huang Shang Di, Yu Huang Shang Di gelar, gelar lain adalah Yu Huang Da Di, ini adalah raja para Shenming / istilah umumnya para dewata ) Shang Di itu menurut sejarahnya adalah entitas tertinggi dalam pantheon dinasti Yin/Shang (beda huruf), sedangkan Tian adalah entitas tertinggi dinasti Zhou, awalnya dinasti Zhou masih mentolerir pemujaan Shangdi, namun karena ditakutkan terjadinya sentimen pro Shang, akhirnya dinasti Zhou mengedepankan konsep Tian dan Tianming. sejak dulu ada beberapa pemikiran, salah satunya Tian sebagai entitas tertinggi moralitas. Dalam arti Tian sebagai alam semesta Tuhan yang tidak dapat didifinisikan oleh sesuatu apapun bagi kepercayaan Ru jiao .


視之而弗見,聽之而弗聞,體物而不可遺。鬼神無形與聲,然物之終始,莫非陰陽合散之所為,是其為物之體,而物所不能遺也。其言體物,猶易所謂幹事
guishen itu tidak memiliki bentuk ataupun suara, walaupun merupakan
sumber dari semua makhluk, mungkin merupakan bentuk perpaduan yin yang semuanya, merupakan tubuh semua makhluk, walau semua makhluk tidak bisa mewariskannya. jadi tubuh semua makhluk itu adalah hasil dari proses perubahan yin-yang mengenai 

第十六章
子曰:鬼神之為德,其盛矣乎。
視之而弗見;聽之而弗聞;體物而不可遺。
使天下之人,齊明盛服,以承祭祀。洋洋乎,如在其上,如在其左右。
詩曰:『神之格思,不可度思,矧可射思?』
夫微之顯。誠之不可揜,如此夫。

Dalam konteks ini, guishen adalah energi alam, di mana gui bersifat yin dan shen bersifat yang. Dalam pemaknaan berbeda (misalnya dalam arti penghormatan sebagaimana misalnya ada dalam penjabaran mengenai masalah menjilat guishen yang tidak pas), maka guishen yang dimaksud adalah "roh" leluhur. Lebih lanjut, dalam Li Ji, penjabaran Guishen ada dalam konteks "yin yang" yang berasal dari leluhur yang kemudian membentuk kita sebagai manusia.

guishen adalah 2 qi, gui sebagai qi bersifat yin, shen sebagai qi bersifat yang.... alias yin-yang 

視之而弗見,聽之而弗聞,體物而不可遺。鬼神無形與聲,然物之終始,莫非陰陽合散之所為,是其為物之體,而物所不能遺也。其言體物,猶易所謂幹事

guishen itu tidak memiliki bentuk ataupun suara, walaupun merupakan sumber dari semua makhluk, mungkin merupakan bentuk perpaduan yin yang semuanya, merupakan tubuh semua makhluk, walau semua makhluk tidak bisa mewariskannya. jadi tubuh semua makhluk itu adalah hasil dari proses perubahan yin-yang ~`~

Dalam konsep Ru, manusia (dan semua makhluk hidup lainnya) memiliki gui dan shen. Masing-masing memiliki sifat seperti dituliskan di atas. Gui berkembang menjadi Po (tubuh-daging-darah, fisik), shen menjadi qi (dalam pengertian kesadaran, pemahaman, atau dalam literatur kadang disebut hun, ling). Karena guishen seorang manusia itu merupakan perwujudan gui dan shen dari orang tuanya, maka ketika melakukan sembahyang, dipercayai bahwa yang bisa diterima oleh almarhum hanya sembahyang yang dilakukan oleh keturunannya "sedarah" (yang belakangan juga mencakup mislanya kalau ada anak angkat dikarenakan "irama" shennya sudah sama. Itulah kenapa dikatakan bahwa menyembah guishen "yang lain" adalah tidak patut (menjilat). 


.zamannya baginda Tjiu Bun Ong (1122 sM) adalah seorang perdana menteri yang kenamaan bernama Tjiu Kong sudah menguraikan hal kepercayaan rakyat Tiongkok purbakala,pada awalnya hanya kaisar yg boleh sembahyang pd Shang Di, rakyat gak boleh, namun sejak dinasti Song larangan tersebut mulai memudar yg mengakibatkan istilah Shang Di dan Tian menjadi berbeda. Selanjutnya di buku itu dikatakan "Seperti telah dituturkan di atas, akhirnya tidak ada batasan lagi antara istilah Shang Di dan Tian. Sebutan Tian yang kemudian secara lebih akrab disebut Tian Gong (Thian Kong–Hokkian) menjadi istilah yang umum seperti halnya kita menyebut Shang Di. Pemujaan kepada Tian Gong lambat-laun meluas sampai golongan masyarakat paling bawah, seperti petani dan lain-lain. Bahkan kemudian muncul istilah “Chu Jiu Tian Gong Sheng”. Istilah ini sangat populer di Fujian (Hokkian) dan Taiwan, artinya bahwa pada tanggal 9 bulan 1 Imlek adalah ulang tahun Tian Gong. Sebab itu masyarakat di kedua tempat itu mengadakan sembahyang khusus menghormati Tian yang disebut “Jing Tian Gong” (King Thi Kong - Hokkian). Upacara ini adalah salah satu rangkaian upacara pada pesta menyambut musim semi yang berlangsung selama 15 hari, dan dilakukan oleh kalangan atas sampai orang miskin sekalipun."



Sumber : ulasan dari teman-teman 
Denny tan

Selasa, 17 April 2012

Ritual, dan tradisi ritual

Mahasiswa memakai kostum tari tradisional Korea selama upacara Konghucu grand Seokjeon di sebuah kuil di Sungkyunkwan University di Seoul . Seokjeon adalah ritual dua tahunan untuk menghormati dan menjungjung ajaran Konfusius dan murid-murid Kongzi sebagai guru tertinggi di kuil/Kelenteng , untuk menghormati dan menjungjung Tinggi kebajikan sesuai dengan ajarannya. Menari, bermain musik dan persembahan2 tradisional untuk berkat bagian dari upacara tersebut .

Kata Ru memang berubah arti. Kongzi juga belajarnya soal ritual, dan tradisi ritual itu dipegang sama para shaman yang dibilang Ru itu. pada waktu itu peran mereka sangat penting dalam tradisi kaum dinasti Shang (yang mana merupakan leluhur Kongzi , karena hujan adalah faktor penting pertanian, sampai ada upacara khusus ketika terjadi kekeringan selama beberapa tahun di wilayah Shang. Karena yang pimpin adalah Cheng Tang sendiri sebagai pendiri, maka keberadaan kaum Ru menjaid bukti betapa sakralnya kegiatan tersebut dalam menjaga keberlangsungan dinasti. Kaum Ru tidak menjalankan ritual sembarangan, dianggap sangat powerful dalam hal kekuatan alam yang bisa dikelolanya. Didalam kaum ritualis Kongzi kemudian sangat terisnpirasi dengan "disiplin" menjalankan ritual sebagai alat untuk membina "kekuatan" diri.

 ajaran Ru mengedepankan ketertiban melalui penegakan li, termasuk ritual. Ritual dalam Ru itu punya tujuan untuk menertibkan perilaku dan pikiran, Yang ada selain li dalam pengertian adat istiadat (bagaimana duduk, memberi hormat, jamuan makan, dsb dsb) adalah li dalam upacara, Upacara mana dibentuk untuk membentuk sikap tertentu dan kepatuhan hirarkial. Karena basisnya adalah keluarga, maka ini dengan cepat bisa diterapkan di istana. Karena ajaran ini juga sangat baik untuk mewujudkan tertib dan sopan santun di masyakarat, akhirnya ditetapkan juga sebagai guojiao, yaitu ajaran negara, mirip ideologi/pandangan hidup dari suatu negara dalam konteks negara modern sekarang.ajaran keharmonisan yg sangat bagus,dan ideal sekali bila bisa diterapkan dalam masyarakat,karena manusia hidup berkaitan erat dengan peran dalam komunitas itu sendiri,dimana seorang manusia harus mampu menempatkan diri sesuai perannya,maka banyak hal yg harus dipelajari,misal sopan santun etika, ajaran yang menjungjung kebajikan sedemikian bagus di pendidikan tionghoa jaman dulu untuk menjadi dasar budi pekerti,bahkan di indonesia jaman thhk,atas ide kang you wei ajaran ini wajib diajarkan di sekolah2 tionghoa,nah perkembangannya karena semula ditujukan untuk membentengi lunturnya adat istiadat akibat pengaruh agama barat,di sini diajarkan pula tata ritual sembahyang,agar para anak tionghoa ini kenal sopan santun dan cara sembahyang dsb.

Berbakti terhadap orang tua

Berbakti terhadap orang tua ada, satu akan hormat dan secara serasi kooperatif dengan orang lain. Urutan antara kakak / adik dan adik adik / muda (长幼 有序), perbedaan antara suami dan istri (夫 帚 有 别), kebenaran antara pemimpin dan yang dipimpin (君臣 有 义), dan kepercayaan antara teman dan sahabat (朋友 有 信) akan diselaraskan. Keserasian hubungan timbal balik mengarah ke kesadaran diri Menjadi menghubungkan relationhsips manusia. Kesatuan Kesatuan adalah Menjadi harmonis Keberadaan yang menopang hubungan yang harmonis. ^V^".

充塞(充滿)仁義者,又紛然雜出乎 其間,

Ajaran yang mengusung (mengandung penuh) kemanusiaan (仁) dan kebenaran (義) (maksudnya Ru), pada periode itu (setelah Mengzi) kacau balau kusut luar biasa melebihi perkiraan.

使其君子不幸而不得聞大道之要,其小人不幸而不得蒙至治之 澤,晦盲否塞,反覆沈痼,以及五季之衰,而壞亂極矣!

Sehingga para Junzi (君子 dalam hal ini yang dimaksud adalah kaum literati / terpelajar terdiri dari penguasa, bangsawan, pejabat, sarjana) tidak beruntung tidak dapat mempelajari (walaupun mereka mau mempelajarinya, dikarenakan situasi yang tidak kondusif) prinsip-prinsip inti/penting Dao sejati (大道 - literal: Dao Agung / Luhur), sedangkan rakyat jelata (小人 di sini artinya adalah rakyat jelata) tidak beruntung tidak bisa mendapatkan perlindungan dan anugerah pemerintahan yang baik, arif dan bijaksana, masa-masa kegelapan dan penuh kekurangan, berulang terjadi terus-menerus (sejak dari sepeninggal Mengzi),sampai dengan masa kemerosotan lima dinasti (五代 lima dinasti;後梁 Liang、後唐 Tang、後晉 Jin、後漢 Han、 後周 Zhou; periode 5 dinasti 10 negara - jaman perpecahan dan kegelapan setelah dinasti Tang berakhir) kekacauan mencapai titik puncaknya.

MENGHADAPI ORANG TUA SALAH

MENGHADAPI ORANG TUA SALAH
親有過, 諫使更 ﹔
qin you guo, jian shi geng ;
Bila orang tua terlanjur salah , beri himbauan agar berubah ;

怡吾色﹐ 柔吾聲。
yi wu se, rou wu sheng.
Dengan wajah ramah ,sikap tetap hormat , suara lembut ,tetap khidmat .

Bagaimanapun hebatnya, orang tua kita adalah manusia biasa , yang tidak luput dari berbuat salah , keliru dan terlanjur. Bila sekali waktu beliau terlanjur berbuat salah kita harus tetap hormat pada beliau .

Mengingatkan ini harus dilakukan dengan santun, hati - hati, tulus dan perlahan- lahan dengan tutur kata yang lembut, penuh kasih sayang, dan sikap manis yang menyenangkan .

Bila beliau menolak nasehat, dengan santun terus diulang di lain saat ; Mungkin diiringi tangis agar beliau bertobat, walau dipukuli jangan menaruh sakit hati .

Bila pada tahap awal beliau belum bisa menerima koreksi dan pendapat kita , maka kita tetap harus sabar, dan penuh kesantunan mencobanya lagi . Carilah lain waktu hati beliau lebih santai dan terbuka, coba, dan coba lagi . Walau mungkin beliau marah, kalau kita yakin beliau bersalah , ingatkan lagi . Walau sampai keluar air mata saking sedihnya, tetaplah bermohon pada beliau untuk berubah sikap .

Walau mungkin beliau sampai terlupa lalu memukul kita, jangan menyesal dan putus asa. Selalulah tetap mencoba. Kalau beliau dibiarkan terbiasa berbuat salah yang berulang-ulang , bisa merugikan kita semua .^V^..

若曲禮、少儀、內則、弟子職諸篇,固小學之支流餘裔,而此篇者,則因小學之成功,以著大學之明法,外有以 極其規模之大,而內有以盡其節目之詳者也。
Seperti 曲禮 Qu1 Li3 (Tata Upacara Dan Susila), 少儀 Shao3 Yi2 (Norma Sosial Bersifat Ringan), 內則 Nei4 Ze2 (Aturan Dalam Keluarga) (ketiga ini nama-nama buku bagian dari Li Ji), 弟子職 (di4 zi3 zhi2 kewajiban berbakti seorang murid - nama dari bagian tulisan Guanzi) kesemuanya adalah materi tahap lanjutan yang dipelajari di sekolah dasar, sedangkan bab ini (Zhu Xi merujuk ke buku Da Xue) dipelajari setelah berhasil menyelesaikan sekolah dasar, berbicara mengenai metode pengajaran sekolah tinggi / akademi kerajaan, secara garis besar terdiri dari ruang lingkup pembahasan yang sangat luas,lebih lanjut lagi setiap bidang pelajaran (buku) isinya sangat terperinci.
^V^ .
 
  "memFokus Pada kedalam Diri kita sendiri"

Ini mungkin tampak tidak mungkin untuk tidak mencoba untuk mengontrol tindakan pasangan selama krisis ,diri (individu) tidak melakukan pasangan /(suami/istri) atau bantulah diri sendiri ketika individu menjadi terobsesi dengan apa yang mereka lakukan atau berpikir. namun memiliki kontrol penuh atas apa yang kita lakukan atau tidak lakukan.

Jadi,  fokus pada hal-hal yang berada dalam kendali diri masing-2 individu. Dan apa yang mereka pelajari, tak lain adalah pemahaman tentang nurani yang sebenarnya secara mendasar telah dimiliki secara alamiah,dan apa yang harus mereka lakukan sesuai dengan peranan dan tanggung jawab masing-masing, juga bagaimana setiap orang hendaknya berusaha sekuat tenaga untuk hal ini
seperti penjabaran Ming de yang  pelajari ;

明德者,人之所得乎天,而虛靈不昧,以具眾理而應萬事者也。

明德 ming de kebajikan tercerahkan adalah, kebajikan yang didapatkan secara alamiah oleh manusia; 明德 bersifat menerima, batiniah (menyatu dengan jiwa-rohani-nurani), tidak tertutupi (terkaburkan oleh pandangan salah); mengandung banyak prinsip-prinsip sehingga ia (明德) dapat digunakan untuk menghadapi segala masalah.

但為氣稟所拘,人欲所蔽,則有時而昏;

Namun, dikarenakan oleh keterbatasan tingkat kualitas batin (氣 qi2 - dalam hal ini yang dimaksud adalah batin / moral), dan dikaburkan/ditutupi oleh nafsu keinginan manusia, ada kalanya (明德) tertutupi.

然其本體之明,則有未嘗息者。

Walaupun begitu, di akarnya (明德 yang tertutupi) potensi pencerahan tidak pernah hilang.

故學者當因其 所發而遂明之,以復其初也。

Karenanya kaum terpelajar hendaknya mengikuti pancaran kebajikannya (ujung pancaran dari明德 yaitu berupa prinsip-prinsip kebajikan) dan berikutnya mencerahkannya (mencerahkan kebajikan - menghayati melaksanakan prinsip-prinsip kebajikan) untuk kembali ke awal (awal 明德yang didapat secara alamiah ketika sebelum dibatasi oleh氣 dan nafsu keinginan). > " mohon maaf bila ada salah kata "

Sabtu, 14 April 2012

pengertian Gui-shen menurut pandangan Ru jiao

第十六章

子曰:鬼神之為德,其盛矣乎。
...
視之而弗見;聽之而弗聞;體物而不可遺。

使天下之人,齊明盛服,以承祭祀。洋洋乎,如在其上,如在其左右。

詩曰:『神之格思,不可度思,矧可射思?』

夫微之顯。誠之不可揜,如此夫。.

Kalau dalam konteks ini, guishen adalah energi alam, di mana gui bersifat yin dan shen bersifat yang. Dalam pemaknaan berbeda (misalnya dalam arti penghormatan sebagaimana misalnya ada dalam penjabaran mengenai masalah menjilat guishen yang tidak pas), maka guishen yang dimaksud adalah "roh" leluhur. Lebih lanjut, dalam Li Ji, penjabaran Guishen ada dalam konteks "yin yang" yang berasal dari leluhur yang kemudian membentuk kita sebagai manusia.
          
 guishen adalah 2 qi, gui sebagai qi bersifat yin, shen sebagai qi bersifat yang.... alias yin-yang  視之而弗見,聽之而弗聞,體物而不可遺。鬼神無形與聲,然物之終始,莫非陰陽合散之所為,是其為物之體,而物所不能遺也。其言體物,猶易所謂幹事

 guishen itu tidak memiliki bentuk ataupun suara, walaupun merupakan sumber dari semua makhluk, mungkin merupakan bentuk perpaduan yin yang semuanya, merupakan tubuh semua makhluk, walau semua makhluk tidak bisa mewariskannya. jadi tubuh semua makhluk itu adalah hasil dari proses perubahan yin-yang ~`~
           
 Dalam konsep Ru, manusia (dan semua makhluk hidup lainnya) memiliki gui dan shen. Masing-masing memiliki sifat seperti dituliskan di atas. Gui berkembang menjadi Po (tubuh-daging-darah, fisik), shen menjadi qi (dalam pengertian kesadaran, pemahaman, atau dalam literatur kadang disebut hun, ling). Karena guishen seorang manusia itu merupakan perwujudan gui dan shen dari orang tuanya, maka ketika melakukan sembahyang, dipercayai bahwa yang bisa diterima oleh almarhum hanya sembahyang yang dilakukan oleh keturunannya "sedarah" (yang belakangan juga mencakup mislanya kalau ada anak angkat dikarenakan "irama" shennya sudah sama. Itulah kenapa dikatakan bahwa menyembah guishen "yang lain" adalah tidak patut (menjilat). Sayangnya sekarang ada berbagai kekacauan dalam pengertian ini. Sampai-sampai  minta supaya kalau dia meninggal disembahyangi sama keponakannya! Kacau banget dan memalukan karena di hadapan orang-orang luar juga.

Ini  pemahaman guishen itu banyak tidak dipahami.
berikutnya penjelasan dari Zhu Xi
===============================
視之而弗見,聽之而弗聞,體物而不可遺。鬼神無形與聲,然物之終始,莫非陰陽合散之所為,是其為物之體,而物所不能遺也。其言體物,猶易所謂幹事
==========================
guishen itu tidak memiliki bentuk ataupun suara, walaupun merupakan sumber dari semua makhluk, mungkin merupakan bentuk perpaduan yin yang semuanya, merupakan tubuh semua makhluk, walau semua makhluk tidak bisa mewariskannya. jadi tubuh semua makhluk itu adalah hasil dari proses perubahan yin-yang


Sumber; para senior-senior yang saya kagumi 

Selasa, 03 April 2012

Lukisan mural bangunan klenteng

sumber; Xie Tian Gong, 協天宫 Bandung Chinese Temple

 

Simbol, Hermeunatik, Iconography Mural pada Bangunan Kelenteng  Xie Tian Gong  協天宫 (1917), (awal pembangunan 1896 Sheng Di Miao 聖帝廟), Bandung 

Abstrak

Keberadaan kelenteng merupakan suatu ekspresi vernakular keberadaan masyarakat Tionghoa awal sebagai  pemukim disekitarnya. Bangunan murni bercirikan arsitektur dari tempat asalnya Tiongkok, relatif sedikit sekali dipengaruhi budaya lokal. Dibangun terutama berfungsi untuk tempat  beribadat  kepercayaan yang dianut. Dengan konstruksi  dan langgam arsitektur yang digunakan serupa dengan  bangunan tradisional yang umum dipakai didaerah asal. Sejarah keberadaan kelenteng setempat dapat memberi petunjuk dan penjelasan sejarah masyarakat yang membangun dan penggunanya. Ornament yang dipakai merupakan adaptasi collective memories dari budaya Tionghoa. Pemaknaan mural dinding kelenteng dapat menjelaskan sebagian dari unsur budayanya. Penguraian ornament simbolis yang dipakai dapat  memperinci pandangan kehidupan dan harapan masyarakat. Pengenalan tokoh yang dihormati; berkaitan erat dengan  sejarah Tiongkok kuno. Arsitektur dan detail konstruksi bangunan merupakan rekaman dari falsafah membangun tradisional masyarakat yang dibawa  dari tempat asal mereka. Keadaan bangunan kelenteng sekarang dapat membantu menjelaskan proses historis transformasi etnis Tionghoa serta situasi pemukiman sekitarnya.
Keywordsvernacular architecture, traditional building, symbol, meaning,mural, hermeunatic, iconography, Chinese culture, folklore, Chinese history, diaspora, religion, temple, conservation
Keberadaan masyarakat Tionghoa di Indonesia umumnya, hususnya di pulau Jawa; tercatat dalam sejarah telah berabad-abad lamanya. Mereka telah bermukim lama sebelum kedatangan para pelaut Eropah, terutama bermukim dipesisir pulau-pulau Nusantara. Dalam jumlah yang besar telah bermukim di pulau Bangka, Belitung dan Kalimantan barat; bekerja sebagai penambang timah. Sebagian emigran lainnya bermukim sehubungan dengan kegiatan perdagangan, dipulau-pulau Jawa, Sulawesi, dan Sumatra (dibagian timur Sumatra mereka bekerja sebagai buruh perkebunan karet dan tembakau, sedang disekitar daerah Bagansiapiapi sebagai nelayan). Sedangkan pendatang di pulau Jawa terutama sebagai pedagang; banyak yang berasal dari propinsi Fujian dengan dialek Hokkian (disamping ada juga dialek lainnya; tetapi tidak signifikan jumlahnya, juga ada yang berasal dari propinsi Guangdong 廣東). Sehubungan dengan kegiatan perdagangan ini mereka membentuk kelompok hunian yang berdekatan dengan jalur transportasi dan pasar tempatnya berdagang. Pada kota pesisir di dekat pelabuhan sering letak pemukiman berdekatan dengan pasar setempat. Di kota pedalaman mereka mengelompok berdekatan dengan jalan utama (jalan raya dan jalan kereta api) serta pasar tempat perdagangan. Dalam lingkungan memusat demikian dengan sendirinya akan terbentuk lingkungan bersuasan budaya yang sarat dengan tradisi dan kepercayaan asli yang terbawa dari tempat asal. Untuk menampung kegiatan kelompok masyarakat demikian dibangunlah kelenteng sebagai comunity center sekalian juga tempat beribadah kercayaan bersama sesuai kepercayaan tradisional yang dibawa dari daerah asalnya di Tiongkok. Kelenteng turut menjadi penentu beberapa pola pemukiman etnis Tionghoa setempat.
Kepercayaan tradisional Tionghoa merupakan campuran beberapa ajaran, yang terpenting Budhisme, Konfusianisme, Taoisme. Ketiga faham ini terangkum dalam filsafat bangunan kelenteng. Ritual pokok bagi masyarakat etnis Tionghoa inti utamanya ialah penghormatan dan bakti pada orang tua, anggota keluarga yang dituakan dan Allah yang maha kuasa. Dalam penerapan penguraiannya (derivation) menjadi penghormatan pada tokoh yang berjasa pada masyarakat semasa mereka hidup, pelaku sejarah yang karakter dan tindakannya patut diteladani, guru yang dihargai, serta para nabi. Dalam perjalanan sejarah berabad abad; tokoh budaya ini bermetaforsa menjadi folklore, mitos, legenda, malah terangkat dipuja dianggap dewa-dewi yang dipercaya memiliki kemampuan atau berkat tertentu bagi umatnya.
Ada gejala sangat menarik bahwa di kawasan Nusantara terdapat inkulturasi dan toleransi yang sangat besar dengan menggabungkan tokoh setempat yang dihormati kedalam adat budaya ini, dengan adanya tokoh Muslim setempat dan tokoh etnis Tionghoa yang dihormati dan dipuja bersama sama didalam klenteng. Para umatnya berlainan agama dan etnis berkunjung bercampur berbrengan, semuanya diterima dengan bersahabat dan senang hati. Tanpa prasangka dan konflik. Contoh klenteng: Tanjung Kait, Cileungsi, Ancol, Palembang (pulau Kemarau), Semarang (SamPoKong) dst. Ini merupakan hasil adaptasi berabad-abad lamanya antara masyarakat yang bermukim dan terlibat di sekelilingnya; toleransi yang saling melengkapi menjadikan objek klenteng berubah menjadikan suatu produk vernakular lokal dengan nuansa arsitektur Tionghoa.

Lukisan mural bangunan klenteng tersirat simbol budaya Tionghoa (hermeneutika, iconography).

Budaya dan kepercayaan kuno Tiongkok seperti juga masyarakat di lingkungan Asia dan Pasifik lainnya berawal dari animisme, kepercayaan yang beranggapan tiap benda atau mahluk memiliki jiwa. Baik bebatuan, tumbuhan, hewan, arwah leluhur, gejala alami dst. Timbulah tokoh mitologi naga, topeng roh jahat, dst yang mirip dengan totemisme bagi masing masing suku.
Kemudian (500BC) muncul ajaran Confusius, Laotse dan Budha yang pengaruhynya bercampur membentuk budaya dan kesenian Tionghoa. Masa dinasti Han (202 BC- 221 AD) banyak timbul karya seni yang kemudian kita kenal sekarang sebagai budaya Tionghoa, sutera, lacquer dan tulisan. Muncul juga motif bertemakan harimau, kura-kura, bangau, macan, rusa dll, hewan-hewan mitologi phoenix, kirin, naga yang kita kenal sekarang yaitu bertanduk, berekor panjang, berkaki, bersisik, berduri punggungnya. Ketika dinasti Tang (AD 618-906) karya seni banyak dipengaruhi Budhisme. Muncul simbol bergambarkan: malaikat, Bodhisatva, penjaga gerbang, roh jahat, juga tokoh perorangan yang dianggap suci. Dalam proses pencampuran budaya ini timbul juga ajaran Chan (Jepang: Zen). Pada periode dinasti Song (AD 960 – 1279) didapat karya yang sangat indah dan halus mutunya, berupa keramik dan lukisan sangat menonjol; bersifat naturalis, burung, unggas, ikan, bunga, tumbuhan dan gunung. Pada masa ini sering disebut periode munculnya karya puncak dari kebudayaan Tionghoa.
Menurut sejarahnya huruf tulisan Tionghoa berasal dari gambar (pictographic symbols) setiap huruf mewakili suatu objek. Simbol berkembang menjadi huruf yang kita kenal sekarang (abstract ideographic writing). Cara membacanya haruslah diingat dan dihafal. Tidak ada ejaan untuk membentuk suatu bunyi suara seperti pada alfabet (phonetic alphabet). Ini lebih membentuk budaya komunikasi Tionghoa menjadi cenderung "komunikasi mata" berbeda dengan kita yang terbiasa "komunikasi kuping." Tulisan mereka hakekatnya merupakan susunan simbol-simbol. Huruf ini disebut sebagai hanzi     huruf yang dipakai oleh suku bangsa Han yang merupakan mayoritas penduduk di Tiongkok. Lafal yang disebut mandarin adalah lafal baca warga sekitar Beijing yang menjadi pusat pemerintahan. (kata mandarin berasal dari bahasa Portugis, mandrim: pejabat. Maka bahasa mandarin berarti bahasa resmi pemerintahan). Huruf yang sama dapat dilafalkan berbeda-beda menurut dialek berbagai tempat.
Lukisan yang dihasilkan juga sering berupa simbol, membawakan pesan tersirat yang harus ditafsirkan oleh penerima. Sebagai pengantar kadang-kadang disertakan suatu kutipan dari bagian tulisan sastra kuno. Untuk dapat mengerti pesan-pesan tersirat ini secara tepat; mutlak perlu mengetahui secara lengkap karya yang dikutip, serta sejarahnya dan dalam kerangka apa saat diciptakan. Penggunaan simbol dalam budaya Tionghoa banyak juga digunakan huruf dengan bunyi yang sama (homophone). Kata yang berbunyi sama ini lalu dituangkan dalam bentuk huruf kaligrafi, ornamen, dan lukisan.
Mural yang lukisannya sekarang dapat diteliti pada bangunan klenteng Xie Tian Gong 協天宫 Bandung, membawakan pesan budaya yang serupa. Kepercayaan menurut falsafat Tao, Budhisme, dan ajaran kehidupan Confusius. Mengangkat episode-episode dalam cerita Hong Sin, epos San Kuo (三國 zaman 3 kerajaan), dilengkapi contoh-contoh perbuatan tokoh bersejarah yang dinilai patut untuk diteladani oleh masyarakat generasi penerus. Mitos, folklore, legenda rakyat Tiongkok yang telah berusia berabad-abad bercampur terangkum di dalamnya . Wujud lambang, simbol, ornamen pada bangunan merupakan ekspresi arsitektur yang dipakai bermuarakan budaya tersebut, untuk dapat mengerti dan menguraikannya; memerlukan pengertian mengenai situasi dan kondisi sejarah ataupun falsafat yang berhubungan dengan exposure yang terlukis.
Mural sayap timur gedung utama (gambar tahun 2008 & 1976)
Image
Zhao cai yuan shi xing ren de. 招財源是行仁徳進寳全為在善心。Sumber mendatangkan harta adalah melaksanakan kebajikan.
Jin bao quan wei zai shan xin. 進寳全為在善心進寳全為在善心。Memasukan kekayaan dasarnya berbuat baik.
Image
Kelelawar (Mandarin: bian fu  蝙蝠). Secara fonetik mirip dengan huruf fu keberuntungan. Sering digambarkan dengan 5 ekor kelelawar melambangkan keberuntungan: panjang umur, kaya, sehat, bijaksana, meninggal secara alami. Diceritakan bila telah berusia 1000 tahun; kelelawar berwarna putih, bila dimakan akan memberi manfaat panjang umur dan penglihatan yang tajam. Kadang digambarkan berwarna merah (Mandarin: hong ) sebab dibacanya mirip kata yang berarti besar.
Rusa (Mandarin: lu 鹿). Dipercaya rusa dapat hidup lama, digunakan sebagai pelambang panjang umur. Tubuhnya akan berubah warna menjadi abu-abu setelah berusia 1000 tahun, setelah 500 tahun lagi akan bewarna putih. Sebagai hewan tunggangan dewa panjang umur (sedangkan pada gambar ini penunggangnya mirip tokoh Nezha ?). Tanduk menjangan dihargai sebagai obat panjang umur. (Lihat juga keterangan mengenai rusa di bagian lain). Gerobak kecil berisikan tanduk rusa dan buah persik, peach (tao ) yang keduanya melambangkan panjang umur.
Gambar bangau (he ) di bagian muka mural ini juga melambangkan panjang usia (baca juga penjelasan hal bangau di bagian lain). Bunga chrysanthemum (Mandarin: ju ) adalah bunga musim panas, lambang panjang umur dan kegembiraan. Berwarna-warni menarik.
Mural sayap barat gedung utama (gambar tahun 2008 & 1976)
Image
Fu lu shou san xing gong zhao. 福禄夀三星拱照。Keberuntungan, harta, usia, 3 bintang menyinari.
Tian di ren yi qi tong chun. 天地人一氣同春。Langit, bumi, manusia bersama di musim semi.
Image
Tergambar 3 (tiga) orang tokoh Cai zi shou 財子夀, terdiri dari dewa panjang usia (pria tua) Shou shen 夀神, di sebelahnya dewa kekayaan Cai shen 財神, dan sedang duduk dewa keberuntungan Fu shen 副神 (memangku bayi) dalam filsafat Tionghoa keturunan adalah hal yang juga sangat didambakan. Meneruskan nama keluarga serta melakukan upacara menghormati leluhur. Gambar rusa, bangau, pohon cemara, naga pada tiang kolom; semua penjelasannya dapat dilihat pada bagian lain. Buah persik, peach (mandarin: tao ) besar dijunjung oleh seorang anak, menurut cerita diartikan sebagai buah dewa panjang usia, pan tao 蟠桃 hanya tumbuh di gunung Kun Lun 昆仑山, berbunga tiap 3000 tahun sekali, serta buahnya masak setelah 3000 tahun berikutnya. Berdiri dengan menyender pada sebatang tongkat adalah dewa panjang usia Shou Xing 夀星; awalnya adalah dewa bintang dilangit selatan dianggap menguasai umur manusia. Disebut juga Orang tua dari kutub selatan, Nan ji xian-weng 南極仙 . Digambarkan juga 2 bayi yang sedang dipangku dan 2 anak kecil yang sedang bermain melambangkan keturunan yang banyak dan sehat. Bunga peony (Mandarin: mu dan 牡丹). Bunga musim semi, disebut-sebut sebagai "ratu bunga" melambangkan kekayaan dan kejayaan. (bunga musim panas: lotus, lian , musim dingin: plum, mei  ). Muncul dalam bentuk sekarang sejak abad ke-8, dengan bermacam-macam warna yang paling dikagumi peony berwarna merah. Naga pada kolom, lihat penjelasan di bagian lain. Perempuan dipinggir lukisan sedang membawa kain dan emas, lambang kekayaan.
Seluruh gambar-gambar mural yang terdapat pada tahun 1976 dalam tulisan ini dikutip dari karangan Claudine Lombard-Salmon: Une morale en images: les peintures murales du Xie-Tian-Gong de Bandung. Archipel 11. Paris. 1976. Halaman:167-176.
ImageImage
Nian nian you yu. 年年有余 Tahun-tahun berkelebihan.
Image
Yu shui he xie 鱼水和谐 Ikan dan air harmonis.
Lukisan Ikan (Mandarin: yu ) berbunyi serupa dengan kata yang berarti berkecukupan, berkelebihan makmur. Sehingga ikan digunakan untuk melambangkan kekayaan. Sepasang ikan yang berenang berbarengan dimaksudkan sebagai pasangan yang bahagia dan harmonis. Sering digambarkan pada upacara pernikahan pengantin. Mao Tse Tung 毛泽东pernah mengumpamakan tentara PRT sebagai ikan dan air dengan rakyat jelata Tiongkok. Pada hari raya musim semi (tahun baru imlek) hidangan dari ikan melambangkan harapan kemakmuran dari tahun ke tahun. Pada upacara penghormatan bagi leluhur pada makanan sesaji mutlak tersedianya samseng, 3 jenis hidangan dari 3 matra: darat, air, dan udara. Ikan merupakan hidangan harus selalu tersaji. Ikan merupakan objek gambar hiasan yang banyak dipakai pada hasil kerajinan poselen Tiongkok. Suatu adat tradisional mengirim ikan pada keluarga calon mertua melambangkan kebersamaan pasangan dengan kesuburan keturunan. Adat ini diadaptasi oleh warga Betawi di sekitar Jakarta dengan mengirimkan ikan bandeng, pada mertua. Ikan emas yang berenang melawan arus air melambangkan keuletan, dipakai simbul dalam persilatan. Sejenis ikan di sungai Kuning: Sturgeon (gurame), pada setiap bulan ketiga imlek diceritakan berenang melawan arus kehulu, ikan yang dapat melewati pintu naga (long men 龍門) berubah menjadi naga. Cerita ini dipakai sebagai kiasan untuk mereka yang lulus melewati ujian negara. Kadang bila sekelompok ikan berenang melawan arus dipercaya sebagai pertanda mereka yang melawan ketertiban masyarakat, awal suatu pergolakan. Legenda menceritakan raja Fu Yi (2953 – 2838 BC) yang pertama mengajarkan masyarakat membuat bermacam macam jaring penangkap ikan, serta mengawetkan hasil kelautan. Digambarkan bersamaan dengan lotus berbunga, (Mandarin: lian  atau he ) berlafal mirip huruf yang berarti: bersatu, berkelanjutan, sayang. Bunga lotus dengan daun dan putik melambangkan kesatuan yang lengkap. Menurut cerita rakyat, ada seorang kaisar pada sekitar 500 AD menghamparkan bunga lotus agar seorang istri kesayangannya dapat menari diatasnya. Mungkin yang dimaksud adalah hamparan karpet lantai bergambar bunga-bunga lotus. Cerita ini dianggap sebagai awal dari adat pengikatan kaki perempuan Tionghoa, agar dapat menari diatas bunga lotus yang kecil. Sebagian pria tradisional menganggap perempuan berkaki kecil sebagai menarik. Tradisi ini yang dimulai sekitar tahun 900 AD dan baru dihapuskan setelah 1912 (Republik Tiongkok, Sun Yat Sen). 2 bunga lotus melambangkan sehati dan harmonis bersama, dengan buah lotus melambangkan kesuburan dan keturunan.
Image
Lukisan rusa (Mandarin: lu 鹿) fonetik mirip dengan kata yang berarti: berpenghasilan baik. Sering dipakai sebagai simbol panjang umur. Legenda menuturkan rusa merupakan hewan yang dapat menemukan jamur abadi. Ini mengakibatkan dipercayanya tanduk rusa sebagai obat panjang umur. Pohon pinus (song ), dan cypres (bai ), yang juga simbol panjang usia. Sebab pohon cemara; bambu dan pohon plum selalu hijau saat musin dingin bersalju (evergreen). Sungai, air terjun, air unsur alam melambangkan yin  wanita.
ImageImage
Image
Long yin. 龍吟 Naga bersenandung.
Naga (long ): hewan mitologi Tionghoa popular yang memiliki pelambangan sangat rumit. Simbolisasi sumber kebaikan dan kemakmuran. (Berbeda dengan budaya barat naga digambarkan bersifat buruk dan jahat). Naga melambangkan jantan dan kesuburan, unsur Yang . Sejak dinasti Han (206 BC – 220 AD) naga juga melambangkan raja sebagai "Putera langit." Hewan ke-5 dalam sistem zodiak 12 tahunan kelahiran Tionghoa (zhi  shio). Pada simbol sistem mata angin ganzhi 干支, naga biru dianggap hewan penjaga di timur, mengatur hujan dan musim semi. Berhadapan di barat dengan macan putih, musim gugur. Ular hitam di utara berkaitan dengan musim dingin, phoenix merah di selatan dengan musim panas. Naga dipercayai memiliki sifat supranatural, ia dapat mengecil sebesar ulat sutra; tapi juga dapat mengembang memenuhi semesta alam. Dapat kasat mata tapi juga dapat menghilang sesuai kemauannya sendiri. Usia naga ditentukan oleh dirinya sendiri. Naga memangsa burung walet, maka dalam upacara penghormtan naga dilepaslah burung-burung walet. Naga dapat melayang diatas awan; juga melintas diatas samudera. Gambar 2 (dua) naga yang bermain bola api, di lambangkan sebagai pembawa pesan dari langit ke bumi bolak-balik. Juga dimaksudkan permainan yang membawa hujan bagi petani. Dipercaya ada 4 jenis naga: "naga langit" (tian-long 天龍) sebagai daya tumbuh berkembangnya langit, "naga dewa" (shen-long ) yang mengatur angin dan turunnya hujan, "naga bumi" (di-long 地龍) menguasai mata air dan aliran sungai, "naga penjaga harta" (fu-cang-long 富藏龍) sehingga harta kekayaan tidak terlihat kasat mata. Disamping juga ada 4 (empat) "naga raja" (long-wang 龍王) yang menguasai 4 (empat) samudera sekeliling bumi. Mereka tinggal di istana dasar samudera yang indah dan sangat berharga. Pada tanggal 5 bulan 5 imlek, biasa diadakan lomba perahu naga 龍船. Suatu perahu panjang 40m, lebar 1.5m, dalam 0.7m, dihias dengan kepala naga pada bagian hulu dan ekor naga di buritan. Diawaki sampai 60 pedayung pada masing-masing perahu. Serta diiringi suara tambur dan hiasan bendera. Kini sering dihubungkan dengan peringatan negarawan Qu-Yuan 屈原 dari daerah Ying yang bunuh diri di sungai Mi-luo 汨羅江 (295BC) ketika dirinya difitnah, serta melihat penyelengara negara yang korup. Masyarakat yang mencintainya berlayar hilir mudik seolah mencari jasadnya; membekali diri dengan zong ; ketan dibungkus daun bambu berisikan daging (bacang) untuk bekal arwahnya. Sering terjadi kecelakaan pada perlombaan demikian. Korban jiwa yang terjadi dalam kecelakaan mungkin sebenarnya merupakan penerusan tradisi adat kuno persembahan korban manusia untuk naga penguasa sungai, yang mengatur hujan dan air sungai yang sangat berarti untuk kemakmuran petani. Hiasan naga pada jubah pejabat dan perlengkapannya dari jumlah jari cakar kaki mununjukan tingkatan resminya, 5 (lima) cakar untuk raja, putra dan pangeran tingkat pertama dan kedua, 4 (empat) cakar untuk pangeran tingkat tiga dan empat, cakar 3 (tiga) untuk pejabat lain.
Image
ImageImage
Hu xiao. 虎啸 Macan mengaum.
Harimau (hu ). Disebut sebagai raja hewan buas, digunakan sebagai simbol kejantanan dan keberanian. Sifat garang dan ketegasan. Simbol harimau banyak dipakai dalam kemiliteran Tiongkok kuno. Gambar kepala harimau sering ditempatkan di ambang pintu rumah, sebagai penangkal agar roh jahat tidak berani memasuki rumah yang bersangkutan. Topi dan alas kaki anak-anak juga digambari kepala harimau untuk tujuan perlindungan dan menghindari gangguan. Banyak simbol harimau muncul pada keramik dan kerajinan perunggu (bronze). Harimau juga merupakan hewan ke-3 dalam zodiak kelahiran Tionghoa 12 tahunan (zhi , shio). Ada kepercayaan bahwa setelah berusia 500 tahun tubuh harimau akan berubah berwarna putih.
Long yin hu xiao 龙吟虎啸. Naga bersenandung dan harimau mengaum, merupakan pasangan penjaga pintu utama klenteng. Dipercaya dapat menghalau mahluk halus yang berniat buruk, sehingga tidak berani memasuki ruangan klenteng.
ImageImage
Song he yan nian. 松鹤延年 Pohon pinus dan bangau melambangkan panjang usia.
Image
Yun zhong bai he 云中白鹤. Bangau putih di tengah awan.
Bangau. (he ) Melambangkan panjang umur, digambar bersamaan dengan pohon cemara dan batu yang juga merupakan simbol dengan arti yang sama juga. Bangau juga melambangkan kebijaksanaan, digambarkan dengan sepasang bangau terbang kelangit atas (tien-he 天鹤). Ia juga dipercaya dapat mengusir roh jahat Legenda menyebutkan ada 4 warna bangau: hitam, kuning, putih, dan biru. Hitam merupakan bangau tertua. Ketika bangau mencapai usia 600 tahun, ia hanya minum saja dan tidak lagi makan. Bangau dianggap juga sebagai pesuruhYyang Maha Kuasa, dewa panjang umur dan ratu langit.
Kadang ketika pemakaman diatas peti mati tergambar bangau terbang; seperti juga rusa, melambangkan hewan tunggangan jiwa untuk berangkat ke langit barat bagi hidup abadi. Gambar bangau putih dipakai pada jubah pejabat Tiongkok dulu tingkatan ke-3.
Image
Ayam hutan (ye ji 野雞). Ayam hutan berleher emas sering disulamkan pada jubah pejabat pengadilan kerajaan tingkat 2. Dan yang berleher perak bagi tingkat 5. Ayam digambarkan berdiri di tebing batu pantai laut memandang matahari (pelambang raja). Ada cerita ketika musim gugur dan musim salju, ayam hutan merubah menjadi remis/tiram didalam air. Kadang kadang ayam hutan dipercaya juga membawa pertanda buruk. Pada beberapa cerita rakyat roh ayam hutan jahat berubah menjadi perempuan cantik yang berniat mencelakakan.
Image
Peacock, burung merak. (Mandarin: kong que 孔雀) Melambangkan kecantikan dan harga diri. Dipercaya mengusir kejahatan. Hidup di alam di selatan Tiongkok, mungkin berasal dari semenanjung Malaka. Sejak dinasti Ming bulu ekornya digunakan untuk menunjukan derajat pejabat, kebiasaan ini dihapus setelah tahun 1918. Jumlah lingkaran pada bulunya menunjukan tingkatan pejabat.
Image
Ayam jantan dan betina (gong ji  公雞, mu ji 母雞). Ayam jantan merupakan hewan ke-10 dalam susunan zodiak Tionghoa. Dipercaya dapat mengusir kejahatan serta membawa keberuntungan. Kadang pada dinding rumah ditempelkan gambar ayam jantan merah dimaksudkan untuk melindungi dari kebakaran. Ketika ditempelkan gambar ayam jantan putih (kadang juga bangau putih) pada peti mati, dimaksudkan untuk membujuk arwah yang meninggal agar masuk kedalam peti dan mengusir roh jahat. Dianggap pemberani dan menguntungkan dari sifatnya yang mengundang ayam betina bila menemukan makanan. Sifat tepat waktu, selalu berkokok bila pagi tiba. Gambar ayam betina juga dipercaya ditakuti roh jahat. Sepasang ayam diatas batu karang membawa pesan keharmonisan hidup, dilengkapi anak ayam yang mengingatkan tanggung jawab orang tua untuk pendidikan bagi keluarga.
ImageImage
Ji Zha gua jian季扎挂剑 (gambar dulu: Ji Zha xi jian 季扎繫劍). Ji Zha menggantungkan pedang.
Pada masa "Musim semi dan gugur," 春秋 kerajaan Wu mengangkat putra mahkota Ji Zha sebagai menteri luar negeri. Dalam rangka kunjungan kebeberapa kerajaan, pertama kali Ji Zha singgah ke negara Xu. Ia disambut dengan sangat baik. Sebab memiliki minat dan kesenangan yang mirip; raja Xu dengan cepat menjadi sangat bersahabat dengannya. Ketika dalam pertemuan Ji Zha mencatat bahwa raja berulang kali memperhatikan pedang yang dibawanya. Meskipun tidak diutarakan tapi Ji Zha sadar bahwa raja sangat senang dengan pedang indah yang dibawanya tersebut. Pedang antik warisan dari leluhurnya, sangat tajam dan terhias dengan permata. Saat akan berpisah untuk meneruskan perjalanan ke negeri lain (Ji, Lu, Jin dan lain sebagainya) Ji Zha berjanji: nanti bila telah selesai tugasnya ia akan kembali untuk menghadiahkan pedang itu bagi raja Xu. Setelah tugas muhibah selesai; Ji Zha lalu melapor pada raja Wu. Lalu ia bersiap-siap untuk membawa hadiah lainnya bagi raja Xu, terdengarlah berita yang bersangkutan telah wafat. Ternyata beberapa saat setelah Ji Zha berangkat raja Xu jatuh sakit dan tidak tertolong. Saat sakit pun ia sangat mengharapkan kedatangan kembali Ji Zha sebagai sahabatnya. Dengan cepat Ji Zha lalu berkunjung ke makam raja Xu, ia berlutut dan memberi hormat dengan sangat sedih. Ketika bangkit dilepaskanlah pedang yang dijanjikan itu dari punggungnya lalu digantungkan pada batang pohon yang menaungi makam. Sambil berkata, inilah pedang hadiah yang pernah saya janjikan. Meskipun baginda kini telah meninggal tapi pedang tetap kuserahkan bagi baginda.
ImageImage
Kong Rong rang li. 孔融让梨. Kong Rong membagi buah pear.
Kong Rong (143-208) hidup di masa dinasti Han Timur, masa San Guo 三國 (Tiga Kerajaan). Lahir dinegara Lu. Dikenal sebagai sastrawan dan pejabat. Bekerja untuk CaoCao , karena sering berbeda pendapat dan mengkritiknya; akhirnya dibunuh. Cerita pada mural ini mengenai Kong Rong kecil berusia 4 tahun yang mendapatkan buah pear, ia membagikan pada saudaranya dan mengambil terahir yang terkecil. Ketika ditanya; jawabnya yang lebih besar mengambil yang besar; sebagai anak terkecil wajar mendapatkan bagian yang kecil juga. Kejadian ini merupakan bahan pelajaran bagi pengajaran di sekolah dasar Tiongkok; membawakan ajaran Confucius. Kong Rong seorang yang cerdik, ketika berusia belasan tahun Kong Rong berkunjung pada seorang tokoh Li Yung yang tidak biasa menerima sembarang tamu kecuali yang dikenalnya dengan baik. Ketika mendatangi rumah Li Yung; Kong Rong mengaku sebagai saudara dan kawannya dan minta dipertemukan. Li Yang yang sedang menerima tamu, lalu bertanya kamu saudara dari mana? Kong Rong bertanya balik: Bukankah Li Yung turunan dari LaoTze sedangkan ia adalah keturunan ke-20 dari Confucius. Kedua tokoh itu adalah kawan baik dan seolah berkerabatan.
Sehingga sekarang Kong Rong dan Li Yung juga berkerabat dan bersahabat. Mereka semua tertawa melihat kecerdikannya. Seorang tamunya berkomentar; seorang anak yang waktu kecil pintar pada saat dewasa belum tentu mendapat jabatan yang berarti. Kong Rong menukas, tuan ketika kecil pandai rupanya dan sekarang tidak punya kedudukan yang baik. Mendengar jawaban yang tepat ini; tamu tersebut merasa malu.
ImageImage
Wo xin chang dan. 卧薪嚐胆. Berbaring diatas ranting mencicipi empedu.
Pada masa sejarah "Musim semi dan gugur" 春秋 (770 – 476 BC) ada perang antar negara Wu dan Yue. Raja Yue, Si Gou Jian (bertakhta 496-465 BC) ditahan sebab kalah perang. Ia selama 3 tahun diperlakukan menjadi pesuruh dan pemelihara kuda di negara Wu. Setelahnya ia diizinkan kembali ke negara Yue. Goujian mengangkat beberapa penasehat yang cerdik, lalu dengan bermacam cara berusaha melemahkan negara Wu. Sambil membangun kekuatan bersenjatanya. Selama masa membangun kembali negaranya ia menolak tinggal diistana dan menghindari kemewahan. Dibuatnya gubuk di luar istana, lalu ia tidur diatas tumpukan kayu ranting serta digantungkannya kantung empedu di atas kepalanya. Setiap hari; ketika bangun dan akan tidur dicicipinya kantung empedu ini. Untuk mengingatkan dirinya atas segala penderitaan selama di tahanan. Setelah 10 tahun membina dan merasa cukup kuat; Yue menyerang Wu secara tiba-tiba. Berhasillah ia menaklukan Wu, Fu Chai rajanya lalu bunuh diri. Gou Jian tercatat menurut tutur cerita ketika berperang pernah mengerahkan di garis terdepan pertempuran para kriminal yang telah diputus hukuman mati, untuk memenggal kapala mereka sendiri berbarengan. Pasukan musuh yang melihat darah bertebaran menjadi ngeri dan takut berperang lagi.
ImageImage
Jìn zhōng bào guó. 尽忠报国. Semampunya setia melayani negara.
Yue Fei 岳飛 (1103 – 1142) seorang panglima perang yang termashur, dalam budaya Tionghoa menjadi teladan kesetiaan dalam membela negara. Memimpin pasukan dinasti Song selatan melawan dinasti Jin. Dibunuh karena difitnah. Sampai sekarang ada kuil untuk menghormatinya. Riwayat hidupnya banyak dilengkapi dengan tutur rakyat yang mengaguminya. Yue Fei pernah menolak tawaran untuk menjadi pimpinan panglima pasukan perompak, dan berketetapan untuk memasuki dinas militer negara demi mencapai tingkat panglima. Ibunya mengetahui hal ini, ketika tahun 1122 akan berangkat berdinas ia berujar: engkau telah menolak tawaran yang sesat dan bersedia menderita kemiskinan tanpa tergoda kekayaan atau kedudukan.
Tapi ibu kuatir setelah kematian ku kamu dapat tergoda. Ibu akan menulis 4 huruf dipunggung mu. "semampunya" "setia" "melayani" "negara." Dikerjakanlah tatoo di punggung YueFei; yang menjadi sangat termashur dalam sejarah Tiongkok kuno.
Image
Image
Meng mu jiao zi. 孟母教子. Bunda Meng mendidik putra.
Meng Zi 孟子 (Mencius; 372-289BC) ketika belia sangat diperhatikan pendidikannya oleh ibunya yang bijaksana. Ia berpindah rumah berulang kali: pertama kali dekat kuburan ayah Meng Zi, lalu dekat pasar, terakhir dekat sekolah. Sebab dari pengamatan ibunya Meng Zi kecil sering meniru kelakuan para pengunjung pada masing-masing tempat. Setelah bertetanggaan dengan sekolah ibunda berkesimpulan, lokasi ini merupakan yang paling sesuai untuk pendidikan putranya. Suatu hari Meng Zi kecil merasa bosan didalam ruang kelas. Ia lari pulang lalu makan sambil duduk diatas kain hasil tenunan ibunda. Tenunan ini biasanya untuk dijual sebagai penghasilan seorang janda untuk penghidupan sekeluarga. Ketika melihat putranya telah pulang sebelum waktunya; ditegurnya Meng Zi. Ia menjawab bahwa belajar di sekolah itu sulit, dan dirinya bukan anak pintar yang mudah mengingat pelajaran. Ibunda menjadi sangat gusar; tetapi ia tidak banyak berbicara. Diambilnya potongan kain hasil pekerjaannya itu; lalu disobeknya berulang-kali menjadi potongan kecil yang tidak berguna lagi. Melihat demikian Meng Zi kecil tersentuh perasaannya dan menyadari ibunya sangat gusar. sambil menangis memohon agar ibunda berhenti memotong-motong kain itu. Ibunda menjelaskan: "Lihatlah kain ini hasil menenun sehelai demi sehelai benang, baru menjadi lembaran kain yang lebar. Kemudian baru dapat dibentuk menjadi baju indah. Belajarpun sama, sedikit demi sedikit meskipun sulit; lalu belajar lebih lanjut lagi. Kemudian kamu akan mengerti belajar adalah menarik dan berguna. Bila sekarang kamu sering membolos yang terpikirkan hanyalah bermain-main yang lebih menyenangkan. Kamu tidak akan pernah mengerti pelajaran sangat bermanfaat." Sejak saat itu Meng Zi bersungguh-sungguh bersekolah dan belajar. Sejarah mencatat kemudian hari Meng Zi merupakan filsuf terkemuka Tiongkok sejajar dengan Kong Zi Zi 孔子 (Confusius). Tokoh yang sangat berpengaruh dalam budaya Tionghoa.
Image
Image
Jiang tai gong diao yu. 姜太公钓鱼. Paduka Jiang memancing.
Jiang Ziya  姜子牙(Lu Shang) hidup pada masa dinasti Zhou Barat (1046 – 771 SM) tokoh sejarah legendaris, tinggal di tepi sungai Weishui. Ketika muda Jiang menjabat diahir dinasti Shang tetapi karena kecewa dengan keadaan pemerintahan yang korup ia berhenti. Dalam keadaan miskin istrinya Ma Shi meminta cerai. Kemudian hari ketika Jiang sukses Ma Shi bermaksud kembali, ia menjawabnya dengan menumpahkan air keatas tanah, sambil bertanya; "Dapatkah kau kumpulkan kembali air yang telah tumpah?" istrinya melihat dan menyadari arti perumpamaan ini. Dengan sedih ia pergi dan tidak pernah kembali lagi.
Di negara Zhou, bertahta raja Wen. Jiang mengetahui bahwa raja Wen adalah seorang yang ambisius. Ia ingin memperoleh kedudukan dalam istananya. Jiang sering kali memancing dengan cara yang sangat ganjil, mata kail yang lurus, tanpa umpan, tergantung semeter diatas muka air. Sambil bergumam, ikan-ikan; kamu yang telah bosan hidup datanglah dan gigit kailmu sendiri. Ketika tetangganya melihat lalu bertanya, dijawab oleh Jiang; ia tidak mengarah pada ikan, tetapi pada raja dan pangeran. Kabar ini terdengar oleh raja Wen, lalu dikirimnya seorang prajurit untuk menjemput. Jiang tidak melayaninya; tapi meneruskan memancing sambil bergumam: ikan-ikan belum ada yang terkail, tapi muncul udang bodoh. Tentara itu melapor balik pada raja. Wen bertambah tertarik dengan hal aneh ini, dikirimnya seorang staf istana untuk mengundangnya. Kembali diacuhkan Jiang yang terus memancing sambil bergumam, ikan-ikan ikan besar belum terkail, muncul ikan kecil yang mengacau. Raja Wen bertambah penasaran lalu berkunjung sendiri. Setelah bertemu raja bertanja dengan sopan: "Apakah tuan senang memancing?", jawab Jiang: "Orang besar menikmati ambisi yang tercapai, rakyat kecil menikmati pekerjaan pribadinya. Demikianlah kemiripan dengan saya." Mereka lalu berbincang-bincang, raja Wen menyadari bahwa Jiang seorang yang pandai dan berilmu. Dibujuklah agar membantu di pemerintahan. Jiang tidak menjawab; malah meminta agar raja Wen menarik kereta yang ganti dinaiki Jiang, setelah menarik 800 langkah raja berhenti. Jiang berkata kerajaan yang akan dibangun Wen akan bertahan 800 tahun. Lalu Jiang diangkat menjadi perdana menterinya. Ia mengulingkan dinasti Shang, dan mendirikan dinasti Zhou. Jiang diberi gelar Tai-gong 太公. Tercatat dalam sejarah militer Tiongkok, Jiang sebagai seorang ahli strategi yang unggul.
Image
Yun long cheng xiang 云龙呈祥. Naga di awan memberi berkah dan kemakmuran.
ImageImage
Qin he feng qing. 琴鶴风清 Kecapi, bangau, angin segar. Alam bagus serasi dan indah.
Beberapa mural yang ada pada tahun 1976, kini telah dihapus, diganti.
Image
Mu Lan cong jun. 木兰从军。Mulan menjadi tentara.
Hua Mulan, seorang pahlawan wanita. Keberadaannya tidak pasti, semua hikayatnya berdasarkan pada balada Tionghoa kuno abad ke-6. Diceritakan hidup ketika dinasti Wei utara (386–534). Ketika negara diserang; ayahnya yang tua dipanggil wajib militer. Mulan lalu menyamar sebagai pria menggantikan menjadi tentara. Selama masa pelatihan MuLan mendapat banyak gangguan dan cemooh, yang dapat diatasinya semua. Ia mengingatkan mereka akan persatuan dan menghadapi musuh sesungguhnya bangsa nomad yang sedang menyerang negara. Selama pelatihan Mu Lan berteman dengan Liu Fen Dou yang tidak sadar sedang berhadapan dengan seorang perempuan. Di medan perang Mu Lan menemukan para panglima kerajaan yang lemah tidak bersemangat tempur, serta penasehat militer yang ingin menyerah pada musuh. Suatu saat Mu Lan menyamar dengan berpakaian adat pihak lawan menyelinap, lalu mengetahui rencana akan adanya penyerangan. Disampaikannya peringatan dini ini pada penglima, tetapi tidak mendapat perhatian, sehingga terjadilah kekalahan. Karena tidak ada persiapan ketika melawan serangan. Ketika panglima akan meninggal diangkatlah Mulan sebagai pengganti pimpinan perang. Ia menata ulang laskarnya, membunuh penasehat yang berkhianat lalu memenangkan pertempuran. Sekembalinya dari peperangan ia oleh raja ditawari jabatan di istana; yang ditolaknya. Ia pulang kekampung dan menemui ayahnya, ketika rekan-rekannya menyusul mereka menemukan Mu Lan sebagai seorang perempuan. Akhirnya ia menikah dengan Liu Fen Dou.
Image
Da Shun geng tian. 大舜耕田. Raja Shun bertani.
Yii Suen sangat berbakti pada orang tua, meski ayah ibu dan adiknya bersifat kasar terhadapnya. Suen bertani sendiri di gunung Li. Ketika membajak sawah datanglah gajah membantu dengan belalainya, ketika menyiangi rumput datanglah burung-burung membantu dengan cakarnya. Para hewan ini pun bersimpati dengan sifat berbaktinya. Kaisar Yao (2356 BC) yang memerintah mendengar hal Suen ini, lalu raja mengirim 9 orang pria untuk membantu untuk bertani. Ketika kaisar turun tahta karena usia lanjut, diserahkannya tahta pada Suen (2255 BC) serta 2 orang putrinya dinikahkan padanya.
Image
Su Wu mu yang. 蘇武. Su Wu mengambala kambing.
Utusan raja Han Wu Di yang ditahan suku utara Shung Nu. Tetap setia pada raja sampai diizinkan pulang kembali. Shu dari dinasti Shung dikirim ke Shung Nu, sebagai utusan. Ditahan 13 tahun; selama itu ia dititahkan menjadi pengembala kambing. Meninggal ketika dilepas dari tahanan, beristerikan orang setempat. Sampai sekarang cerita ini tetap populer, diantaranya berbentuk sebuah lagu.
Xue ren gui zheng dong/xi . 薛仁貴征東/ 西/Cerita gambar bersambung. 1958. Pada dinding ruang utama telah dihapus seluruhnya.
Letak lukisan mural pada dinding teras bangunan
ImageImage
Teras pintu samping barat.
ImageImage
Teras pintu masuk utama.
ImageImage
Teras pintu samping timur.
Gambar-gambar mural yang telah dibahas dimuka, terdapat pada dinding-dinding teras bangunan klenteng Xie Tian Gong. Letak lukisan terlihat pada foto-foto dinding teras diatas.